A World of My Own

Month

June 2013

2 posts

Play
1:59
Jun 10, 2013
#Voice
Jun 10, 20131 note
#Ashtray

April 2013

1 post

Apr 1, 20131 note

June 2012

4 posts

Jun 20, 2012
Jun 20, 2012
Jun 17, 2012
Jun 16, 20121 note

May 2012

1 post

Kini kau hanya terdiam
Ku tahu apa yang kau rasakan…
Pedih

Sinar matamu meredup
meski sedikit kulihat cahaya
Kau rapuh…

Akupun terluka
Perih yang pernah ada kini kurasakan lagi
Rasa dari yang selalu aku cinta

Ku tahu kau lelah
Asal kau tahu
aku akan selalu ada

May 3, 2012

November 2011

3 posts

Dimanakah Nouvelle kini??

Dulu saya sempat gabung sama Grup A Capella waktu jaman kuliah. Kangen juga sama mereka… »> Nouvelle

Nov 27, 2011
Play
Nov 27, 2011
Menunggu

Tulisan ini adalah re-post dari blog saya» bonjal

hari ini rama hanya bisa melamun….
apa yang dirasakannya saat ini semuanya hambar. Rama hanya bisa menunggu. menunggu SMS.
sesekali dilihatnya handphone hitam miliknya yang dari tadi tidak menunjukan tanda2 berbunyi dan bergetar.

tik…tok…tik…tok…
[jam 1 siang]


biasanya setiap pagi, rama selalu dibangunkan oleh bunyi sms yang cukup ganggu. eits…hanya bunyinya yang ganggu, tapi isinya…justru itu yang ditunggu. walaupun sebenarnya ga terlalu penting juga isinya, sekedar mengucapkan, “met pagi rama…” atau “have a wonderful day”, tapi buat rama itu sudah merupakan energy boost yg lumayan ampuh (tentunya dibantu juga oleh secangkir kopi dan setangkup roti ya…!) untuk mengawali hari-harinya yang mulai membosankan. 

tik…tok…tik…tok…
[jam 4 sore]


ritual pengiriman SMS ini sebenernya tidak ada dalam perjanjian. semua berjalan hanya karena keinginan. untuk saling mengingatkan, saling memberi kabar, saling memperhatikan, saling memuji, bahkan saling mencela. sekali lagi…tergantung keinginan. hanya saja, semenjak kepergian dia ke suatu tempat dengan perbedaan waktu satu jam lebih cepat, rama merubah ritual itu menjadi suatu kebutuhan. Kebutuhan yang juga sudah berubah menjadi candu. 

2 bulan berlalu, semuanya berjalan dengan lancar. sampai hari ini. 

tik…tok…tik…tok…
[jam 7 malam]


hari ini Rama terlambat masuk ke kantor karena semalam kurang tidur. tapi seharusnya itu bukan jadi masalah, karena biasanya selalu ada SMS yg membangunkan setiap pagi. tapi untuk hari ini, tidak ada. Rama langsung mengambil handphonenya dan mengirimkan SMS untuk dia. karena Rama pikir pulsa dia habis atau dia juga terlambat bangun. 

Send
Message Not Delivered


HA??!!! Rama coba sekali lagi dengan sedikit kekhawatiran


Send
Message Not Delivered


tik…tok…tik…tok…
[jam 8 malam]


Rama coba sekali lagi. Kali ini dengan khawatir yang berlebihan sampai dadanya terasa sesak

Send 
Message Not Delivered


tik…tok…tik…tok…
[jam 1 pagi keesokan harinya]


hhh….Rama cuma bisa duduk termenung. saat itu rasanya Rama malas beranjak dari tempat tidur untuk mematikan lampu. Rama sudah melewati satu hari yang membuat jiwanya tersiksa. satu hari yang melelahkan, dimana Rama harus bergulat menenangkan hati. khawatir. takut. sedih. kangen.

2 hari sebelumnya Rama sempat mendapatkan SMS dari dia. Isinya “hhh…aku ‘cape’…”
saat itu juga Rama membalas sms dia, “kamu cape sama hubungan kita yang seperti ini?”
setelah itu sms terakhir yang Rama terima, “aku pengen banget cerita apa yang aku rasain sama kamu, tapi aku ga bisa…”
waktu itu Rama hanya bisa pasrah. karena Rama juga belum bisa kompromi dengan hatinya.

tik…tok…tik…tok…
[jam 8 pagi keesokan harinya]


rama sudah pasrah… satu hal yang terus berkecamuk dalam pikirannya, dari awal hubungan seperti ini memang ga akan berhasil.

tik…tok…tik…tok…
[jam 1 siang keesokan harinya]


rama coba lagi untuk kirim sms. kali ini dengan nada (kata2 tepatnya) yg sedikit desperate

write
“kamu kemana aja sih? ganti no yah? koq sms aku ga pernah delivered ya? plsss…tell me if u r ok…pls…”
send
delivered

ha?? delivered?! 

tik…tok…tik…tok…
[jam 4 sore keesokan harinya]


belum juga ada balasan. tetap khawatir, tetap sedih, semakin kangen.

tik…tok…tik…tok…
[jam 8 malam keesokan harinya]


message received
open?
yes
“sayang…maaf yah udah bikin kamu khawatir. aku 2 hari kemaren ke luar kota. ngedadak. disana sama sekali ga ada sinyal. ini aja baru nyampe. aku baek2 aja =)
makasih ya sayang, kamu perhatian banget ama aku. sekarang lagi ngapain?”


semuanya terbayar sudah….

tik…tok…tik…tok…
[sepanjang malam keesokan harinya]


rama ga bisa berhenti tersenyum…..
=)

Nov 27, 2011

May 2011

1 post

Seperti

Seperti bintang yang mencintai bulan 
Setia menemani untuk menerangi 
Hati yang sedang kelam 

Seperti debur ombak yang mencintai pantai 
Saling mengerti dan menghargai 
Tanpa harus memaksa untuk datang dan pergi 

Seperti matahari yang mencintai pagi 
Tak ada janji untuk berbagi 
Tetapi tetap menunggu hingga datangnya esok hari 

Seperti Adam yang mencintai Hawa 
Rela berkorban dan saling percaya 
Mau menerima tanpa harus membuka rahasia 

Seperti si Tuli yang mencintai si Bisu 
Mengerti dalam hati 
Tanpa harus bertutur kata 

Seperti itulah cintaku padamu 

May 1, 2011
INGIN MENIKMATI

wahai diri….
jgnlah kau mempermainkan hati yg tlah lama bersembunyi.

wahai hati….
bercerminlah pd mimpi yg kadang tak bs membohongi.

wahai cinta….
kupertaruhkan semua asa hanya pada seutas rasa.

adakah kau yang kucari?
adakah aku yang dinanti?

detik hati yang sudah mengendap senyap perlahan mulai mendetak. mencoba untuk merayap mengelabui diri…

tak pasti…
namun tak peduli…

cinta, hati, dan diri, hanya ingin menikmati…

Apr 30, 2011

February 2011

1 post

Play
Feb 25, 2011

January 2011

2 posts

Malaikat itu bernama Ibu Made

Sekitar jam 8 malem gue keluar dari kosan dengan maksud untuk mengusir rasa bosan. Tujuannya adalah Anomali…

Karena dekat dan udah sepi…gue memilih naek metro mini (cuman naek 2 kali doang dan ongkos pastinya lebih murah…5000 aja).

Selama di perjalanan gue udah ngebayangin apa aja yg akan gue lakukan di Anomali. Dengan laptop gue tentunya…

Cek imel, beresin CV, cek FS, FB, baru buka2 youtube, multiply dan kawan2nya..

Eh…baru 15 menit ternyata udah nyampe di KFC Santa. Akhirnya gue turun, karena harus ganti lagi metro mini yg sama (75) ke arah Senopati.

Waktu gue nunggu….gue baru sadar kalo disebelah gue ada seorang ibu yang membawa keresek besar berwarna hitam dengan tas coklat di kempit, plus satu buah tongkat.



 

“Ooohh….dia buta”, dalam hati gue.
Gue ngerasa kasian, dengan membayangkan, dia sedikit kesulitan untuk mengenali bus yang akan dia tumpangi. Akhirnya gue deketin si Ibu dengan maksud untuk menawarkan pertolongan. “Ibu mau kemana? Mau saya setopin bus nya, bu?”

“Saya mau ke Pluit, Mas. Biasanya saya naek bus jurusan Pluit - Muara Karang nomer 27”

“Wah jauh juga maennya, Bu. Memang ibu kerja dimana?”

sambil tersenyum,“Hahaha iya nih mas. Saya kebetulan kerja di Santa. Mijet”

Mmmm…gue ngebanyangin setiap hari si Ibu harus pulang balik dari Pluit ke Santa, yang jaraknya lumayan jauh dan macet. 

5 menit…10 menit….

“Ibu sudah bekeluarga?”, tanya gue

“Sudah punya cucu, Mas.”

Wah…hebat! Biasanya ibu-ibu yang udah punya cucu, milih tinggal di rumah dan mengurus cucu yang bandel-bandel dan ga tau terima kasih.

21.05 WIB…..
Bus 37 lewat

Oohh…37, si Ibu kan nungguin yang 27.

“27…27…ayoooo abiiiissss. Terakhir!!!” 

si Kenek udah teriak teriak sambil gelayutan di bibir pintu bus.

“Nah tuh, Bu. 27 nya udah ada. Bungkusannya biar saya yang bawa!”

Si ibu itu bawa bungkusan yang entah isinya apa. Sambil tergopoh-gopoh, gue seret bungkusan itu dan nuntun tangan si Ibu.”

“Pak nitip yah, turun di Taman Pluit.”, kata gue sambil nitipin bungkusan di tangannya.

“Wah…salah, Mas. Ini tujuan bekasi. Kalau mau ke Pluit, harusnya tadi naek yang 37. Tuh…yang barusan lewat.” sahut si kenek sambil menunjuk ke depan.

Gue langsung narik lagi tangan si Ibu yang badannya udah setengah masuk. Hampir aja jatuh.



“Eh..bu..bu…salah bu! Bukan bus yang ini. Ini sih ke Bekasi, harusnya tadi kita stop yang 37!”

“Ya ampun, Mas….maaf saya lupa no bus nya. saya pikir no 37. Duh maap yah, ibu lupa. Jadi kelewat deh.”

“Ga apa2 bu. Salah saya juga ga nanya sama orang. Ya udah sekarang kita tunggu aja yang berikutnya. Mudah -mudah cepet”

“Iya mas. Maaf yah…”

Ya ampun, bu….yang harusnya minta maaf kan gue. Bukan si Ibu. Coba kalau dari tadi gue cegat satu-satu bus yang lewat, sambil nanya jurusannya. Gw cuman berpatokan sama informasi yang dikasih si Ibu.

“Memang mas mau kemana?”

“Ah saya mau ke tempat teman bu. Deket koq, di Senopati.”

Padahal tujuan saya adalah untuk ngopi-ngopi cantik dan nongkrong-nongkrong ganteng di Anomali. Sambil chating dan googling ga penting…

“Aduh…maap ya mas. Aku jadi ngerepotin.”

“Ga pa pa bu. Saya santai koq. Lagian tempatnya deket dari sini”

Saya rela koq nunggu sampe berjam-jam. 

5 menit…10 menit…15 menit…

Sudah hampir 20 menit, belum ada satu pun bus 37 yang lewat. Selama menunggu, obrolan kecil pun terjadi. Dari upah si Ibu yang cuman 12 ribu sekali pijet, sampe cerita si Ibu yang ga bisa melihat indah nya dunia sejak lahir.

20 menit….

Tiba-Tiba si Ibu ngerogoh-rogoh tas nya dan mengeluarkan sebuah handphone. Bukan…bukan HP khusus tunanetra (belum ada juga kan?) tapi HP yang biasa dipake orang-orang. Sambil di dekatkan ke telinganya, dia menekan tombol-tombol di HP. Gue pikir pasti mo ngabarin orang-orang di rumahnya, kalau dia pulang agak terlambat. 

Setelah berkutat kurang lebih 1 menit, akhirnya dia dekatkan HP nya ke telinga.

“Halo…Mas Wasdi? Ini Mas Wasdi bukan? Oohh…iya…ini aku… Tadi ada apa mas telepon-telepon saya? Ooohh…gitu. Iya ini saya masih nunggu busnya. Iya..iya….
Ya udah….makasih ya mas. Yaaa….”

Buset…ternyata dia nelpon orang yang miscall dia. Koq dia bisa ya??

Ga lama dia telp lagi…kali ini dia menekan nomor di keypad satu per satu.

“Halo mbak….tungguin aku yah! Jangan di tidur dulu! Tunggu di depan! Iyaaaa ini bus nya ga nongol-nongol. Paling bentar lagi! Iyaa..iyaa…!”

“Lagi ngasih kabar sama orang rumah ya, Bu?”, tanya gue.

“Iya mas. Soalnya kalau ngga nanti saya ga bisa masuk. Temen saya suka ngunci gerbang depan. Nanti saya tidur di luar dong!”, lagi lagi sambil tersenyum.

30 menit…40 menit…

“Bu…kalau sampai ga ada juga bus nya, gimana?”

“Pasti ada koq mas! Biasanya sih banyak. Tapi kenapa yah sekarang tiba-tiba jarang?”

“Mungkin karna ada saya, ya bu?”

“Ah…si Mas bisa aja. Ga dong mas. Hahahaha”

45 menit…50 menit….

Orang-orang yang ada di situ juga sepertinya sudah mulai gelisah. Sepertinya mereka memang menunggu Bus yang sama. Tiba-tiba ada seorang bapak-bapak yang menghampiri kami dan langsung menanyakan tujuan si Ibu. Lalu bapak itu bilang kalau lewat dari jam 10 malam, berarti Bus nya ga akan ada lagi.

Wah…tinggal 10 menit lagi. Sementara bus-bus jurusan lain masih banyak yang berseliweran.

Bapak-bapak tadi balik lagi. Dia menawarkan alternatif untuk si Ibu. Dia bilang, si Ibu bisa mengambil rute Uki, dari Uki naik lagi bus arah grogol, dari situ nanti naek lagi arah pluit, bla…bla…bla…

“Ahh…ga mas, makasih. Kalau memang ga ada lagi, lebih baik saya pulang ke Panti.”

“Biar nanti saya yang antar bu. Kita pake taksi aja”

1 jam berlalu, akhirnya si Ibu menyerah juga. 

“Bu..udah jam 10. Mendingan Ibu pulang ke Panti aja. Saya antar pake taksi yah.”

“Iya mas. Duh….maaf ya mas, jadi ngerepotin.”

“Nah itu dia taksinya. Ayo bu”

Di dalam taksi ga berhenti-berhentinya si Ibu minta maaf dan mengucapkan terima kasih.

“Oh iya…nama ibu siapa? Dari tadi kita ngobrol, saya belum tau nama ibu.”

“Made, mas.”

“Saya Taufik, bu”

“Mas…terima kasih banyak yah. Hanya Tuhan yang bisa membalas kebaikan, Mas Taufik.”, kata Ibu Made sambil tersenyum.

Dan itulah ekspresi ungkapan terima kasih yang paling tulus yang pernah gue liat dan denger dari mulut seseorang. Ga lama…taksi nya sampai juga di jalan Cipaku I. Panti Pijat Harapan I.

Gue anter Ibu Made sampe depan pintu. Dan sekali lagi, sambill tersenyum tulus dia bilang, “Makasih banyak Mas Taufik.”

Ibu Made….Saya yang harusnya berterimakasih. Ibu sudah membuka mata dan hati saya.
 
Dari Ibu saya bisa belajar sabar, menunggu sambil berdiri tanpa mengeluh selama 1,5 jam.
Dari Ibu saya bisa belajar tulus, selalu mengucapkan terima kasih dengan senyum.
Dari Ibu saya bisa belajar bersyukur, tidak berburuk sangka sedetikpun.
Dari Ibu saya bisa mengenal makhluk Tuhan Mulia.

Dari Ibu saya bisa bertemu dengan Malaikat, bernama Made.



Jan 22, 2011
Play
Jan 22, 2011

November 2010

1 post

www.this-is-my-story.com/v/NXA9H54186LX → this-is-my-story.com

hahahaha ini sangat menyenangkan. dan saya hanya bisa bilang AMIIIIINNN!!!

Nov 7, 2010

October 2010

4 posts

Play
Oct 24, 2010
Play
Oct 23, 20103 notes
Oct 22, 2010
Next page →
2012 2013
  • January
  • February
  • March
  • April 1
  • May
  • June 2
  • July
  • August
  • September
  • October
  • November
  • December
2011 2012 2013
  • January
  • February
  • March
  • April
  • May 1
  • June 4
  • July
  • August
  • September
  • October
  • November
  • December
2010 2011 2012
  • January 2
  • February 1
  • March
  • April 1
  • May 1
  • June
  • July
  • August
  • September
  • October
  • November 3
  • December
2010 2011
  • January
  • February
  • March
  • April
  • May
  • June
  • July
  • August
  • September
  • October 4
  • November 1
  • December